Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Al-Insyirah: 5-6)
Yakin
dengan perkataan Allah tersebut membuat mata tak ingin tertutup,
membuat punggung tak ingin direbahkan, membuat mulut terus ingin
meminta, membuat hati ini lebih terpaut pada-Nya. Sekali lagi tak ada
kata menyerah, bukan hanya menyerah dalam hal megejar dunia tetapi
terlebih lagi dalam hal akhirat. Mengejar obralan pahala dimalam hari,
ingin rasanya selal bertemu dengan-Nya ketika senang dan susah, saat
ingin terhempas dalam keterputus-asaan, dalam lumpur
ketidak-menyerahan.
By the way,
bicara masalah mudah menyerah atau tidak as-satrah dapat artikel tentang
tipe manusia yang berbeda-beda dalam menghadapi kesulitan, cobaan,
ataupun tekanan. Coba lihat gambaran dirimu dibawah ini:
Ada 4 tipe manusia yang ada di muka bumi ini jika dilihat seberapa besar ia mudah menyerah dan menghadapi tekanan yang ada.
Tipe Pertama, TIPE KAYU RAPUH
Sedikit
tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini
kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya.
Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Sedikit
kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya,
menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih
berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.
Tipe Kedua, TIPE LEMPENG BESI
Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
Tipe Ketiga, TIPE KAPAS
Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.
Tipe Keempat, TIPE BOLA PINGPONG
Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat.
Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.
Tipe Kedua, TIPE LEMPENG BESI
Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
Tipe Ketiga, TIPE KAPAS
Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.
Tipe Keempat, TIPE BOLA PINGPONG
Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat.
Teringat
dengan kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu
biografinya. Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan
mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan
inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai
tingkat finansial yang diharapkannya.
Hal
ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang
performancenya bagus sekali dalam membangun network. Tetapi, hasilnya
ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja
atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih
parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di
daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara
kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut,
justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.
Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan kering dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya. Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia.
Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan kering dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya. Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia.
Hal ini juga dialami Ho
Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus
meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah
arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper
Blanket menjadi buah karya kondangnya.
Nah,
yang jadi pertanyaan besar sekarang adalah teman-teman termasuk tipe
manusia yang mana yah???? Tipe pertama, kedua, ketiga atau keempat
kah???
^_^Mari Renungi^_^
Sumber: http://untunge.blogspot.com/
4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin
